KANAL ION
1. Pengantar
Farmakologi Molekuler
merupakan mata kuliah yang mempelajari aksi obat pada tingkat molekuler,
meliputi berbagai molekul biologis sebagai target obat, interaksi
dengan obat serta efek yang dihasilkan. Mata kuliah ini memerlukan
pengetahuan dasar tentang biologi molekuler dan reaksi-reaksi
biokimia. Pada bab ini akan dibahas tentang berbagai fungsi dan struktur
berbagai kanal ion serta tinjauan farmakologi molekuler obat-obat yang
bekerja pada kanal ion.
2. Tujuan Instruksional
Umum
Dengan mempelajari buku
ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan tentang aksi obat
pada tingkat kompleksitas organisasi, konsep reseptor, interaksi
obat-reseptor, reseptor enzim, neurotransmitter, efek dan mekanisme kerja
obat dan pada neurotransmiter, hormon.
3. Tujuan Instruksional
Khusus
Setelah mempelajari
bab ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi dan struktur kanal
ion serta menjelaskan aksi obat pada berbagai kanal ion dan
efek farmakologis yang dihasilkan.
4. Kegiatan Belajar
4.1. Kegiatan Belajar 1
KANAL ION SEBAGAI TARGET OBAT
4.1.1. Uraian
Struktur dan Kerja Kanal
Ion
Kanal ion merupakan protein
penyusun pori yang mengontrol gradien voltage melintasi membran plasma
(mengontrol potensial sel) dengan memungkinkan aliran ion berdasarkan
gradien elektrokimia. Mekanisme kerja kanal ion pertama kali
dihipotesiskan oleh ahli biofisika (Alan Hodgkin dan Andrew Huxley, 1951),
yang menyatakan bahwa ion bergerak melalui “lubang” di membran sebagai
hasil daya elektrokimia (aliran arus listrik). Lubang bersifat selektif,
hanya ion tertentu yang bisa lewat (misalnya Na+, K+ , Ca2+
dan lain-lain). Lubang atau kanal membuka dan menutup secara random,
tapi pembukaan secara kinetik dipengaruhi oleh voltase dan waktu. Hodgkin
and Huxley membuktikan bahwa untuk membuka dan menutup kanal mengalami
berbagai kondisi konformasi, sebagai berikut :
- Aktivasi, yaitu proses pembukaan kanal saat terjadi
depolarisasi
- Inaktivasi, yaitu kanal menutup selama depolarisasi
berlangsung
Komponen molekuler kanal
teridentifikasi pertama kali dengan metode kloning molekuler. Kanal ion
tersusun dari beberapa sub-unit protein membentuk suatu pori-pori.
Lubang kanal disusun oleh subnit utama (subunit a), yang menentukan
infrastruktur kanal. Selain itu beberapa kanal (kanal K+, Na+ dan
Ca2+), mengandung protein pelengkap yang dapatmemodifikasi sifat kanal.
Fungsi kanal ion
Kanal ion terdapat pada
hampir setiap sel. Kanal ion berfungsi untuk transport ion, pengaturan
potensial listrik melintasi membran sel, serta sinyaling sel. Kanal ion
berperan penting dalam proses normal tubuh. Beberapa penyakit terkait
dengan disfungsi kanal ion misal aritmia jantung, diabetes, epilepsi,
hipertensi, cystic fibrosis, dan lain-lain.
Klasifikasi Kanal Ion
- Berdasarkan
penyebab terbukanya kanal, kanal ion diklasifikasikan :Voltage-gated
channel: kanal membuka dan menutup berdasarkan potensialmembran
- Ligand-gated channel (reseptor ionotropik): kanal terbuka setelah berikatan dengan ligan
pada domain ekstraselular, kemudian terjadi perubahan konformasi,
diikuti dengan aliran ionOther-gated channel:
aktivasi/inaktivasi oleh second messenger di bagian dalam sel.
Berdasarkan ion yang
melintasi kanal:
- Kanal Na+
- Kanal K+
- Kanal Ca2+
- Kanal Cl+ atau kanal ion
4.1.3.
Rangkuman
- Kanal ion merupakan protein
penyusun pori yang mengontrol gradien voltagemelintasi membran plasma
(mengontrol potensial sel) dengan memungkinkan aliranion berdasarkan
gradien elektrokimia.
- Kanal mengalami berbagai kondisi
konformasi : Aktivasi, yaitu proses pembukaan kanal saat terjadi
depolarisasi, serta Inaktivasi, yaitu kanal menutup
selama depolarisasi berlangsung.
- Kanal ion berfungsi untuk
transport ion, pengaturan potensial listrik melintasimembran sel, serta
sinyaling sel.
- Berdasarkan penyebab terbukanya
kanal, kanal ion diklasifikasikan: Voltage-gated channel,
ligand-gated channel dan other-gated channel.